Loading

Melalui Pelantikan Kasat & Wakasat Batalyon II SATMABHARA STIPRAM Polda DIY Angkatan ke-I Tahun 2018 yang berlangsung Senin (26/06/2018), Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta resmi memiliki Satuan Mahasiswa Bhayangkara (SATMABHARA). Stipram juga tercatat sebagai kampus kedua di DIY yang sudah membentuk satuan tersebut, menyusul Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY).

Pelantikan yang dilaksanakan di aula kampus setempat dilakukan oleh Ketua Stipram Suhendroyono SH, MM., M.Par., CHE. Hadir dalam kesempatan itu Kasubdit Bintibluh Polda DIY AKBP Sinungwati SH mewakili Kapolda DIY Brigjen Polisi Drs Ahmad Dofiri MSi, serta tamu undangan. “Semua ini tidak begitu saja terjadi melainkan ada proses. Kami mengapresiasi Kapolda DIY dan jajarannya yang merancang dan melatih mahasiswa Stipram,” ungkap Suhendroyono.

Satmabhara semata-mata hanya pendamping akademik. Artinya, bukan lembaga yang berdiri sendiri. Yang pasti, Satmabhara perannya sangat penting bagi kampus apalagi kampus pariwisata. Dengan bergabung ke Satmabhara para mahaiswa memperoleh bekal kemandirian dan leadership. Dua faktor itu penting bagi dunia pariwisata yang tidak lepas dari humanity. “Itu yang kami harapkan, pembekalan dari Polda DIY untuk mahasiswa ke depan. Bagi kampus kami, ini sebuah kebanggaan,” kata dia. Memang, bagi DIY bahkan di Indonesia Satmabhara masih baru dan tentu masih ada kekurangannya. “Hal ini disebabkan karena pemahaman kami yang terbatas. Ke depan perlu pembenahan,” tandasnya.

Suhendroyono menambahkan, pariwisata sangat bersinggungan dengan masyarakat. Kehadiran Satmabhara sangat tepat mengingat  Stipram saat ini menggalakkan human capacity. Sebab secanggih apapun peralatan tetap membutuhkan sentuhan manusia. Ditambah lagi, Indonesia saat ini tercatat sebagai negara ke-empat di dunia yang memiliki kondisi perekonomian yang bagus dari sektor pariwisata.

Setelah mengikuti pelatihan dan menjadi Satmabhara mahasiswa memiliki kemandirian. Bekal inilah yang dibutuhkan saat terjun ke masyarakat sehingga mampu menunjang karier mereka.

Ketua Stipram Suhendroyono bersama AKBP Sinungwati SH (tengah) menyampaikan keterangan pers

AKBP Sinungwati SH mengatakan Satmabhara mengutamakan konsep dan program yang sifatnya soft skill dan team work sehingga mahasiswa menjadi peka dengan lingkungannya. “Kami beri keterampilan dan mereka punya kewenangan kepolisian secara terbatas,” kata dia. Adapun syarat menjadi Satmabhara harus berstatus mahasiswa. Selain itu, juga melewati tahapan lulus seleksi serta wawancara kemudian mengikuti Diklatsar.

Satmabhara merupakan salah satu peran Polri membantu masyarakat. Cikal bakalnya dari DIY dan direncanakan nantinya menyentuh semua perguruan tinggi di Indonesia.

Satmabhara bersama Ketua STIPRAM, Dosen, Staff, dan Tamu Undangan

Share this: