info@stipram.ac.id (0274) 485 650
STIPRAM, PTS Pertama Membuka S-3 Pariwisata di Yogya-Jateng

Indonesia sangat terkenal dengan kekayaan alam yang melimpah itu sangat membutuhkan SDM yang handal untuk mengelola. Begitu pula halnya dengan Pendidikan Tinggi Pariwisata, sangat diperlukan tenaga-tenaga yang mumpuni untuk membangun pariwisata negeri ini. Di Indonesia, Pariwisata diakui sebagai ilmu sejak 2008 lalu, maka sudah sewajarnya dalam usia belasan tahun ini, ilmu pariwisata harus didukung dan dikembangakan.

     “Sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang fokus mengelola program studi pariwisata, STIPRAM menangkap peluang emas akan kebutuhan masyarakat. Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta secara resmi memperoleh izin membuka program studi S-3 Pariwisata (Program Doktoral),” kata Ketua STIPRAM Dr Suhendroyono didampingi Wakil Ketua STIPRAM, Dr Damiasih di Yogyakarta, Sabtu (23/4).

     Damiasih mengatakan, Program Studi S3 Pariwisata merupakan program Doktor pertama yang dikelola Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta dan Jawa Tengah dan sekaligus sebagai PTS kedua di Indonesia. Program Doktor Pariwisata ini akan memiliki nuansa entrepreneur dalam sentuhan kurikulumnya. Diharapkan lulusan S-3 Pariwisata STIPRAM akan mampu menjadi pioner dan tenaga-tenaga muda yang mampu mengelola pariwisata Indonesia untuk masa depan karena sederet Profesor siap memberikan ilmu terbaiknya.

     “Lulusan S3 Pariwisata STIPRAM juga diharapkan dapat mewarnai tenaga edukatif yang haus akan keberadaan S3 Pariwisata di negeri ini. Dengan hadirnya S3 Pariwisata ini, Perguruan Tinggi yang selama ini kesulitan akan mengupgrade kualitas SDM dapat segera teratasi,” ungkapnya.

     Menurut Damiasih, dengan munculnya prodi-prodi baru kepariwisataan di beberapa Perguruan Tinggi. Diharapkan dapat meningkatkan dan menyesuaikan diri dengan memperbaiki jenjang pendidikan ke sastra tertinggi tersebut. Dengan demikian tenaga-tenaga edukatif bidang pariwisata semakin sejajar dengan prodi-prodi ilmu lain dalam hal kualitas. Tenaga edukatif di Pendidikan Tinggi Pariwisata boleh merasa lega dan optimis karena akan dapat mengurus kepangkatan sampai Guru Besar.

     “Bagaimanapun juga Profesor pariwisata harus banyak dilahirkan untuk memperkuat keilmuan Priwisata di negeri ini. Dengan adanya Program S3 Pariwisat di STIPRAM. Diharapkan untuk meraih pendidikan ke jenjang tertinggi bidang pariwisata tidak harus terbang ke luar negeri, ”terangnya.

     Lebih lanjut Damiasih menambahkan STIPRAM Yogyakarta telah memiliki program S3 Pariwisata, biaya terjangkau, fasilitas pembelajaran lengkap. Sehingga masyarakat yang ingin menempuh studi tidak harus ke luar negeri. Semua itu adalah tugas pengelola PT sebagai insan pendidikan tinggi pariwisata untuk membangun dan mengembangkan pariwisata Indonesia.

     “Hanya kita yang seharusnya mempersiapkan generasi-generasi muda untuk mengelola pariwisata negeri ini, supaya bangsa Indonesi dapat semakin berkualitas dalam membangun negeri. Cita-cita bangsa untuk menjadikan negeri ini sebagai tujuan wisata semakin tampak akan terwujud dengan hadirnya program Doktor Pariwisata di STIPRAM Yogya,”paparnya